Wamen PU Tinjau Penanganan Longsor di Tol Cisumdawu KM 177 dan KM 207
Sumedang, 28 Agustus 2026 – Wakil Menteri Pekerjaan Umum (Wamen PU) Diana Kusumastuti meninjau penanganan pergerakan tanah dan longsor di Jalan Tol Cileunyi–Sumedang–Dawuan (Cisumdawu), khususnya pada KM 177 dan KM 207…

Sumedang, 28 Agustus 2026 – Wakil Menteri Pekerjaan Umum (Wamen PU) Diana Kusumastuti meninjau penanganan pergerakan tanah dan longsor di Jalan Tol Cileunyi–Sumedang–Dawuan (Cisumdawu), khususnya pada KM 177 dan KM 207, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Jumat (28/8/2026).
Peninjauan dilakukan untuk memastikan progres penanganan longsor berjalan sesuai rencana sekaligus memastikan upaya penguatan area terdampak, pengendalian aliran air, dan pemulihan kondisi jalan tol dapat dilaksanakan secara optimal, terutama dalam menghadapi musim hujan.
Penanganan pada KM 177 dan KM 207 dilaksanakan secara bertahap dan menyeluruh. Pekerjaan mencakup penguatan area longsor, penanganan dan pengendalian aliran sungai maupun saluran air, serta pemulihan kondisi jalan tol agar dapat kembali berfungsi dengan aman dan optimal.
Hingga 31 Agustus 2026, progres pekerjaan penanganan longsor pada KM 177 telah mencapai 18,92%, sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. Pekerjaan yang telah dilakukan meliputi pembongkaran pembatas jalan dan bahu jalan serta pemasangan lapisan pondasi jalan. Pemasangan lapisan pondasi telah dilakukan sepanjang 20 meter untuk lapis pondasi B dan C.
Salah satu pekerjaan utama pada KM 177 adalah pemasangan bored pile untuk memperkuat area lereng. Saat ini telah terpasang 27 titik, dengan tiga titik telah selesai dilakukan pengecoran, sementara 102 titik lainnya masih dalam proses pengeboran.
Wamen PU Diana Kusumastuti menekankan pentingnya koordinasi dengan unit terkait dalam penanganan aliran air, khususnya untuk mengantisipasi kondisi saat musim hujan.
“Tolong dikoordinasikan dengan Balai Air Tanah Ditjen SDA, terutama untuk pencegahan pada saat musim hujan nanti sehingga aliran dapat teralirkan dengan baik dan tidak terjadi longsor lagi,” ujar Diana.
Sementara itu, progres penanganan longsor pada KM 207 telah mencapai 59,32%. Pekerjaan yang dilakukan meliputi pengecoran lapisan dasar saluran, pembangunan dinding saluran, pengurugan area saluran, pengujian kepadatan tanah atau material, pemadatan tanah secara bertahap, serta pemasangan struktur besi sebagai bagian dari elemen konstruksi sebelum dilakukan pengecoran.
Pada KM 207, pengecoran lapisan dasar telah diselesaikan sepanjang 141,7 meter saluran, termasuk pekerjaan dinding saluran dan pengurugan area saluran. Pengujian kepadatan juga dilakukan untuk memastikan kondisi tanah atau material memenuhi standar yang dipersyaratkan, sedangkan pemadatan tanah dilakukan secara bertahap untuk memperkuat area terdampak.
Secara keseluruhan, penanganan longsor di KM 177 dan KM 207 dilakukan secara bertahap dengan pendekatan menyeluruh, mulai dari memperkuat area terdampak, mengendalikan dan menata aliran air, hingga memulihkan kondisi jalan tol. Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan stabilitas lereng dan mencegah terjadinya longsor kembali, khususnya saat curah hujan meningkat. Turut mendampingi Wamen PU dalam peninjauan tersebut, Plt. Kepala BBPJN DKI–Jabar Ibnu Kurniawan, Kabid Sistem Informasi Layanan Jalan Tol BPJT Djoko Satriyo, serta Direktur Utama PT Citra Karya Jabar Tol Agustinus Sudrajat. (BPJT/GR)
Sumber berita
Naskah dan gambar berasal dari kanal berita resmi BPJT.
Baca selengkapnya di bpjt.pu.go.id